Sistem Pengetahuan Liu Yao
Pelajari ramalan Enam Garis: metode Najia, Enam Kerabat, Enam Roh, dewa utama, dan cara membaca hasilnya.
Apa itu Ramalan Liu Yao?
Liu Yao berasal dari I Ching: tiga koin dilempar enam kali untuk membentuk heksagram pokok dan heksagram perubahan, lalu dilengkapi garis Diri/Lawan, Enam Kerabat, Enam Roh, dan penetapan batang-cabang untuk menilai satu perkara tertentu. Ini sistem menanyakan perkara, bukan membaca nasib seumur hidup.
Apa yang diperlukan dan apa yang dibahas
Cocok untuk satu pertanyaan konkret bertipe "bagaimana hasil perkara ini", dan perkaranya harus ditetapkan sebelum pengecoran. Basis pengetahuan ini mencakup penyusunan heksagram, pemilihan dewa pemakai di antara Enam Kerabat, penilaian kekuatannya, serta cara pembacaan yang lazim.
Batas penafsiran
Satu pengecoran menjawab satu perkara dan hanya mencerminkan saat pengecoran itu. Mengulang pertanyaan yang sama mengacaukan pembacaan, dan hasilnya tidak menggantikan nasihat medis, hukum, atau keuangan.
Pelemparan Heksagram Liu Yao
Gratis · tanpa akun
Artikel di bawah ini ditulis dalam bahasa Inggris.
Sekilas Liu Yao
Ramalan Liu Yao berpijak pada I Ching. Melempar heksagram, memasangkan batang dan cabang, lalu membacanya — ketiganya bersama meramalkan bagaimana satu perkara tertentu akan berakhir.
Dasar Delapan Trigram
Delapan trigram adalah sistem lambang dasar I Ching, tersusun dari garis yin dan yang dalam kelompok tiga, dan diatur dalam urutan Langit Awal dan Langit Akhir.
Enam Puluh Empat Heksagram
Enam puluh empat heksagram memasangkan delapan trigram dua-dua, enam garis tiap heksagram. Inilah kerangka dasar Liu Yao, dan masing-masing punya makna serta kegunaannya sendiri.
Metode Najia
Najia memasangkan batang dan cabang pada garis-garis heksagram. Ini teknik inti Liu Yao, dan dari sinilah heksagram memperoleh hubungan Lima Elemennya.
Enam Kerabat
Enam Kerabat — Orang Tua, Saudara, Keturunan, Istri-Kekayaan, dan Pejabat-Hantu — adalah inti pembacaan heksagram, masing-masing mewakili golongan orang, benda, atau perkara yang berbeda.
Garis Diri dan Garis Lawan
Garis Diri mewakili si penanya, garis Lawan mewakili orang atau perkara yang ditanyakan. Hubungan keduanya adalah titik tolak setiap penilaian Liu Yao.
Enam Roh
Enam Roh — Naga Biru, Burung Merah, Barisan Kait, Ular Melingkar, Harimau Putih, dan Prajurit Gelap — melekat pada keenam garis dan mewarnai pembacaan dengan rincian.
Dewa Berguna
Dewa Berguna adalah konsep inti pembacaan heksagram: garis yang dipilih untuk mewakili perkara yang ditanyakan. Kuat atau lemahnya garis itu menentukan hasilnya.
Cara Membaca Heksagram
Pembacaan adalah langkah terakhir, menimbang kekuatan Dewa Berguna, garis-garis bergerak, pengaruh hari dan bulan, serta harmoni atau benturan antarcabang.
Garis Bergerak dan Garis Berubah
Garis bergerak adalah tempat heksagram berubah, dan itulah penggerak jalannya keadaan. Apa yang menjadi hasil perubahannya disebut garis berubah, yang menunjukkan ke mana perkara itu menuju.